Ini tentang ceritaku sebagai seorang anak yang tinggal bersama ibu dan kakakku. Aku adalah anak ke 3 dari tiga bersaudara. Ayahku sudah meninggal semenjak aku kelas 6 SD. Semenjak itu aku menjadi kesepian tanpa seorang ayah, yang dulu waktu beliau hidup ia selalu menjaga dan menyayangiku sejak kecil, yang tak pernah membuatku kecewa akan hari-hari yang pernah aku lalui bersamanya.
Menurutku, ayah adalah segalanya buatku.
Dulu aku belum mengerti betapa pentingnya seorang ayah dalam keluarga, tapi
sekarang waktu aku beranjak dewasa aku mulai mengerti betapa berartinya seorang
ayah dalam keluargaku.
Andai waktu bisa diulang kembali. tapi itu tidak
mungkin. Tapi rasa menyesalpun tidak ada gunanya sekarang, semua pasti akan
kembali pada Nya. Kita hanya bisa
mendoakannya agar ditempatkan di tempat yang sempurna di sisi Nya.
Aku adalah beban keluarga menurutku. Tapi
disisi lain aku tidak ingin menjadi beban keluarga. Aku ingin membuat
keluargaku bahagia mempunyaiku. Aku ingin kakakku bangga mempunyai adik
sepertiku. Maka dari itu semua itu membutuhkan perjuangan yang sangat keras
untuk mendapatkan semua itu.
Suatu hari kakakku bilang kepadaku, "aku ingin kamu jadi orang sukses, aku ingin kamu bisa mengangkat derajat
keluargamu, kamu adalah anak terakhir yang menjadi harapan keluarga satu
satunya. jadi, jangan sampai kamu mengecewakan atau memperburuk nama keluarga
mu." Dan saat itulah aku terdiam dan berfikir. Kata kata itu masih teringat ingat sampai sekarang dan
sampai kapanpun.






0 komentar:
Posting Komentar